Santri Al-Amin Ikuti Asean Scout Adventure dan Southern Border Scout Jamboree di Thailand


Mojokerto- 2 santri Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu(15/6) lalu, berangkat ke luar negeri untuk mengikuti kegiatan pramuka tingkat Asean ( 3rd Asean Scout Adventure) di Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Di hari pertama tiba di Thailand, para peserta mengikuti 14th Southern Border Scout Jamboree, yakni kegiatan perkemahan di Provinsi Songkhla. Selain kegiatan berkemah, para peserta juga mengikuti tour di Kota Hat Yai, yakni menuju Hat Yai Floating Market, Hat Yai Park, Princess Maha, Chakcri Siridhorn Natural, dan History Museum, yang semuanya berada di Provinsi Songkhla.

Pembina Pramuka, Ustadz Kamal, menyampaikan, santri yang berangkat berjumlah 2 orang, yakni Salman Robith Fachrurrozi dan Adam Asyari Guntoro. Kegiataan kepramukaan di tiga negara ini, sebutnya, akan berlangsung selama satu minggu mulai 15-24 Juni 2019.

Seperti diketahui, di tangan Ustadz Kamal inilah, prestasi demi prestasi kepramukaan terus diraih. Setelah beragam kegiatan kepramukaan di daerah, yakni tingkat kabupaten dan Provinsi diikuti, Al-Amin selalu menyabet banyak trofi. Sehingga pada tahun 2017, Pramuka Al-Amin menjadi satu-satunya perwakilan Mojokerto dan menjadi salah satu perwakilan Jawa Timur untuk mengikuti Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional (Perwimanas II) di Bumi Perkemahan Lapangan Tembak AKMIL, Salaman, Magelang tahun 2017.


Dengan berbagai prestasi pramuka tersebut, akhirnya tahun 2019 ini Pramuka Al-Amin diundang untuk mengikuti Asean Scout Adventure 2019, yakni kegiatan pramuka tingkat internasional yang diikuti oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara.


Keikutsertaan dalam pramuka tingkat Asean itu, tutur Ustadz Kamal, diharapkan mampu memberi dampak positif kepada para santri dalam rangka membuka wawasan global, menambah pengalaman, dan menjalin silaturahim dengan peserta lain dari berbagai negara di ASEAN. “Kegiatan pramuka Asean ini juga mengagendakan studi tour ke beberapa kota, tempat edukasi dan bersejarah di Thailand, Malaysia, dan Singapura,” ujarnya. (ozi)

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar