Profil Pondok Pesantren Al-Amin




           Lahirnya Pondok Pesantren Al-Amin berawal dari suatu pemikiran perlunya mencetak kader-kader muda muslim Nahdlatul Ulama yang berkualitas, berwawasan luas serta memiliki kepribadian luhur, berjiwa mandiri dan berguna bagi agama, bangsa dan negara.
Pada tahun 1998, Drs. KH. Mas'ud Yunus mengemukakan gagasan Pendirian Al-Amin kemudian beliau berdiskusi dengan KH. Drs. Muthoharun Afif Lc. (pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Mojokerto), dan KH. Abdul Aziz (Pengasuh Pesantren AlKhadijah). Pertemuan itu membuahkan kesepakatan dengan H. Bambang Prayitno selaku ketua panti asuhan di Jl. RA. Basuni, bahwa panti asuhan tersebut akan dirubah menjadi Yayasan Pendidikan dan Sosial yang menaungi Pesantren dan Madrasah Tsanawiyah Unggulan setingkat SMP.
Tahun 1999 diadakan rapat oleh para pendiri beserta komite membahas tentang persiapan lahirnya Yayasan ini. Nama Al-Amin disematkan sebagai rasa terima kasih kepada ibu Aminah, ibunda dari bapak H. Bambang Prayitno selaku wakil dan penyandang dana pertama.
Tanggal 16 Juli 2000, Pondok Pesantren Al-Amin diresmikan sebagai lembaga pendidikan yang ikut membantu memperbaiki pendidikan di Indonesia. Tahun 2008 Yayasan Pendidikan dan Sosial Al-Amin berubah nama menjadi Perkumpulan Pendidikan dan Sosial Al-Amin yang sekarang menaungi Pesantren, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah putra maupun putri. Pesantren Al-Amin adalah lembaga pendidikan formal dengan sistem pendidikan yang mengintegrasikan kurikulum pendidikan nasional, dan kurikulum standar pesantren Islamic Boarding School, serta aplikasi hidden curriculum, yaitu santri dibekali dengan kemampuan organisasi, leadership, penanaman nilai ahlussunnah waljama'ah secara berkesinambungan dan keahlian dalam science technology terkini IT yang diprogramkan selama 6 tahun melalui jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.
       


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar